Artis Ratna Listy melihat pelanggaran itu bagai buah simalakama bagi para simpatisan. Satu sisi ada uang yang diterima jika ikut berkampanye, tapi di sisi lain anak yang masih kecil tidak boleh ditinggalkan. Akhirnya, pilihannya datang ke lokasi kampanye sambil membawa anak meski itu dianggap melanggar.
"Jadi mau nggak mau pilihannya ya diajak supaya anaknya nggak terlantar. Kembali lagi ke masalah perut, ekonomi. Karena kampanye ada yang bayar dia. Jadi buat aku itu simalakama. Dimakan bapak mati, nggak dimakan ibunya mati. Kalau nggak diterima tawaran kampanye, anaknya nggak makan. Tapi kalau diterima melanggar peraturan," paparnya saat ditemui di Studio Trans TV Jl. Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (18/3).
Ratna Listy © KapanLagi.com
Ratna sangat memaklumi kondisi itu, tapi tidak bisa dibiarkan dan merugikan anak-anak. Ratna menyarankan untuk mementingkan keselamatan anak, jangan tergiur dengan uang transport kampanye.
"Jangan tergiur sama uang demi keselamatan anak. Jadi dari pihak orangtua harus ada yang dikorbankan, ya sudah lah anggap aja belum rezeki. Daripada ikut terus dapet duit kampanye terus anaknya ikut dan melanggar kemudian dihukum, lebih parah lagi dong hayo," pungkasnya. (kpl/hen/dar)
Sumber: KapanLagi.com http://ift.tt/1gFmuzf
Tidak ada komentar:
Posting Komentar