Kini, dia terus mengeksplor budaya daerah yang digabungkan dengan trend internasional.
"Macam-macam (inspirasinya). Waktu dulu sekolah (desain) tugas saya menggabungkan dua budaya yang sangat berbeda Kalimantan dengan punk, tapi kebanyakan dari Indonesia. Jadi orang kreatif, maka Indonesia itu surga karena dari alamnya sudah dapat inspirasi," katanya di Kuningan City Jakarta, Rabu (14/5).
Denada © http://ift.tt/1d4wNvt
Sebagai produsen yang mengedepankan kualitas, Denada juga menjadi orang pertama yang mencoba layak atau tidaknya tas tersebut untuk dipasarkan. Dena yang memakai label KAIL untuk produksinya, menjadi quality control produk yang akan dipasarkan.
Dena ingin memberikan sesuatu yang lebih pada pengguna tasnya, selain sekedar aksesori.
"Tas ini nggak semata-mata aksesori. Saya pengen KAIL saat dipakai wanita maka dia merasa bukan melengkapi tapi tas ini menunjang. Yang bikin komplit dan bukan hanya pelengkap," tegasnya. (kpl/dis/dar)
Sumber: KapanLagi.com http://ift.tt/1sFNQIe
Tidak ada komentar:
Posting Komentar