"Tadi kita bahas dan sepakat negara kita tertinggal jauh, bagi penyandang disabilitas ini," kata Tantowi Yahya di bilangan Monas, Jakarta Pusat, Minggu (23/3).
Tantowi merasa wajar jika ada rasa ketidakpuasan dari penyandang disabilitas di Indonesia. Apalagi mereka termasuk orang-orang yang peduli akan kewajiban sebagai warga negara.
Tantowi Yahya © KapanLagi.com
Baca Juga:
- Pegang Gitar di Pinggir Jalan, Tantowi Yahya 'Ngamen'?
- Hari Musik Nasional, Musik Manca Diharap Tak Diputar di Radio
- Tantowi Yahya: AMI Ke-17 Jauh Lebih Transparan
- Tantowi Yahya Sudah Prediksikan Kekalahan Timnas
- Tantowi Yahya: Penilaian AMI Ikuti Grammy Awards
"Wajar jika ketidakpuasan mereka disampaikan dalam berbagai forum. Mereka tidak pernah henti dan penat, meski belum di tanggapi secara baik bagi pemerintah. Mereka kan juga bayar pajak," lanjutnya.
Pria yang akrab dengan musik country ini juga menyebut bahwa tidak selayaknya kata cacat disematkan kepada penyandang disabilitas.
"Kurang etis menurut saya. Mereka bukan seperti barang, yang cacat alias reject. Mereka tidak menginginkan itu. Kata cacat itu konotasinya cenderung negatif. Makanya paling pas pakai kata disabilitas," tandasnya.
Baca Juga:
- Aneh, Pengobatan UGB Harus Gunakan Air Mani
- Ini Kronologi Perkosaan UGB Versi Korban
- Machica Mochtar Gemetar Lihat Langsung Farhat - Regina Selingkuh
- Lepas Hijab, Suami Septy Sanustika Makin Cemburu
- Lepas Hijab, Septy Sanustika Dapatkan Kenyamanan
- Jay Alatas Tolak Permintaan Nafkah Rp 60 Juta Christy Jusung
(kpl/ato/dar)
Sumber: KapanLagi.com http://ift.tt/1nTePCU
Tidak ada komentar:
Posting Komentar