"Di sini berperan sebagai Satria yang dibayar seorang lawan politik salah satu calon presiden. Ini film fiktif dan saya bangga karena banyak adegan refleksi yang ada di politik kita," cerita Rio tentang perannya.
"Saya agak kagum juga sutradaranya bisa visioner. Saya harap ini bukan hanya sekedar jadi pembelajaran. Tapi yang tadinya nggak gitu aware bisa lebih buka diri karena hidup kita jujur diatur politik, jadi harus ngerti," sambung aktor LOVE AND FAITH ini.
Rio Dewanto di screening film 2014 © KapanLagi.com®/Bambang E Ros
Sekarang ngomongin karakter Rio nih. Di film 2014, Rio sama sekali nggak punya dialog. "Jujur jauh lebih susah. Agak berpikir waktu terima tawaran ini karena nggak ada dialog. Padahal dialog membantu peran lebih hidup. Akhirnya saya banyak nonton referensi film aksi, mudah-mudahan berasa dinginnya dan jahatnya."
Saat ditanya apakah film ini menyindir keadaan negara ini, suami Atiqah Hasiholan ini segera menampik. "Nyata sih nggak ya. Mungkin kebetulan aja. Orang dibuat 2013, terus kejadian itu yang nyata segala macem kan baru ada di 2013 akhir dan 2014, ya pastinya secara tidak sengaja," jelasnya.
"Supaya kita ingat 2014 pemilunya sangat membuat masyarakat antusias, sekarang tugas kita yang penting menjaga pemerintahan gimana bangun kedepannya," pesan Rio. Terakhir nih, apa sih pendapat aktor ARISAN! 2 ini tentang politik di Indonesia ya? "Ya nontonlah film ini. Karena akan banyak bantu temen-temen buka wawasan dan aware politik," jawab Rio, tetap sambil promosi film :)
Usik Negara di Film 2014, Hanung Akui Deg-Degan
Laris Main Film, Siti Badriah Siap Tinggalkan Dangdut
Kagum, Dinda Kirana Pengen Main Film Bareng Reza Rahadian
Jadi Pembunuh Bayaran, Rio Dewanto Belajar Dari Film Mafia
Menjadi Polwan, Tantangan Baru Atiqah Hasiholan di '2014'
(kpl/hen/pit)
Sumber: KapanLagi.com http://ift.tt/1FnXslA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar