"Lewat film ini aku memotret masyarakat urban baru. Zaman sekarang kan hijab sudah menyentuh kaum menengah baru. Kemarin juga sempat film hijab dalam kehidupan anak SMA. Terus juga 99 CAHAYA DI LANGIT EROPA soal wanita berhijab tapi bukan di Jakarta. Tapi dengan HIJAB, aku memotret wanita berhijab di Jakarta," papar Zaskia.
Lewat HIJAB, Zaskia memang menyuguhkan kisah masyarakat urban dan berkaitan erat dengan agama. Seperti salah satu konflik yang ingin ditampilkan adalah kala seorang perempuan lebih sukses daripada pasangannya. Padahal secara agama Islam, laki-laki adalah sosok kepala rumah tangga.
"Kan cerita perempuan lebih sukses daripada suaminya itu banyak banget terjadi di masyarakat kita. Ada kalanya sang ibu sibuk bekerja dan bapaknya lagi nggak ada kerjaan. Istri sibuk usaha, suaminya membantu. Nah bagaimana menyikapinya ditampilkan lewat film ini," papar Zaskia panjang lebar.
Zaskia yang dihubungi KapanLagi.com® lewat sambungan telepon hari Rabu (24/12), menegaskan bahwa HIJAB adalah bagaimana sikap seorang perempuan atas agama dan kehidupan modern yang ada di sekitarnya. Lantas, apakah HIJAB seolah mengekor TANDA TANYA yang merupakan film Hanung dengan pemaparan toleransi agama?
"Kalau di HIJAB ini nggak ada statement apa-apa soal hal itu. Kita nggak ngasih statement kalau cewek jilbapan harus yang syar'i. Kita nggak mau menghakimi dan nggak mau bikin statement ke penonton," tutup Zaskia. (kpl/nad/aia)
Sumber: KapanLagi.com http://ift.tt/1wJvCvl
Tidak ada komentar:
Posting Komentar